Hotel Murah - Anda bisa membandingkan antara Fim 2012 dengan Video Badai Matahari 2012, badai matahari ini merupakan hal yang sedang dipelajari oleh para ahli fisika dari berbagai negara.
Beberapa cabang MUI di Malang, Kalimantan Selatan, dan Situbondo rencananya akan melarang pemutaran film Hollywood 2012.
Film ini bercerita tentang kiamat yang terjadi tahun 2012 akibat badai matahari yang menyebabkan inti bumi memanas lalu meledak.
MUI mengatakan film ini bertentangan dengan paham Islam atas sesuatu yang gaib dan akan menimbulkan keresahan di masyarakat serta menstimulasi pengertian yang salah tentang kiamat.
Radio Nederland Wereldomroep mewawancarai Ulil Abshar Abdallah, seorang tokoh muda islam NU, tentang rencana MUI di beberapa daerah ini:
Radio Nederland Wereldomroep: "Apa Anda sudah mendengar rencana MUI itu?"
Hanya diketahui Tuhan
Ulil Abshar Abdallah [UAA]: "Saya baru mendengar tadi pagi lewat berita di televisi, namun tidak secara detil mendalami masalah ini. MUI menganggap film 2012 bertentangan dengan paham Islam karena dalam Islam sesuatu yang gaib itu hanya diketahui oleh Tuhan."
"Salah satu barang gaib adalah kiamat. Kita tidak mungkin tahu kiamat itu seperti apa, sehingga menvisualisasikannya pun nampaknya dilarang. Berdasarkan pertimbangan inilah maka MUI berencana melarang pemutaran film itu."
Ulil sendiri menyayangkan rencana larangan ini.
UAA: "Pertama, hal ini bisa menyebabkan publisitas buruk untuk lembaga seperti MUI. Kesannya orang Islam itu kerjanya melarang-larang terus. Sesuatu yang tidak perlu dilarang kenapa dilarang?"
"Kedua, apa betul jika memang kiamat itu barang gaib yang hanya diketahui Tuhan, kita tidak boleh membayangkan bagaimana kiamat bisa terjadi? Di Al-Quran sendiri visualisasi tentang hari kiamat itu banyak sekali."
"Kalaupun memang tidak boleh dalam Islam, toh yang buat film 2012 itu bukan orang Islam. Kenapa dia tidak boleh menvisualisasikan pemikirannya?"
Bukan film pertama kiamat
RNW: "Mengapa baru film ini yang dibahas, padahal ini bukan film pertama tentang kiamat?"
UAA: "Karena ada istilah kiamat dalam film itu. Konsep mengenai kiamat adalah salah satu konsep penting dalam doktrin agama-agama, paling tidak Islam dan Kristen, sehingga orang beragama merasa berhak untuk mengatakan sesuatu tentang film itu."
"Mungkin itu pertimbangan mereka. Tapi menurut saya larangan ini tidak ada alasan yang masuk akal dan tidak ada justifikasi yang kuat dalam ajaran Islam. Tidak ada dalam ajaran Islam yang melarang visualisasi tentang hari kiamat."
Bukan tindakan tepat
RNW: "Bagaimana pendapat anda tentang cara MUI menggunakan pelarangan untuk menjaga umat?"
UAA: "Kalau betul masyarakat jadi resah karena takut akan datang hari kiamat, MUI dapat menggunakan cara lain, tinggal dididik saja, bagaimana menonton film ini dengan sikap sigap dan dewasa. Ini kalau benar-benar dilarang ya."
"Cara MUI yang seperti ini seperti orang tua melarang anak-anaknya yang belum dewasa. Khawatir anak-anak jatuh pada bahaya. Sepertinya mereka anggap umat seperti anak-anak yang tidak dewasa. Apa sih yang membuat resah masyarakat menonton film itu? sejauh ini tidak apa-apa?"
Beberapa cabang MUI di Malang, Kalimantan Selatan, dan Situbondo rencananya akan melarang pemutaran film Hollywood 2012.
Film ini bercerita tentang kiamat yang terjadi tahun 2012 akibat badai matahari yang menyebabkan inti bumi memanas lalu meledak.
MUI mengatakan film ini bertentangan dengan paham Islam atas sesuatu yang gaib dan akan menimbulkan keresahan di masyarakat serta menstimulasi pengertian yang salah tentang kiamat.
Radio Nederland Wereldomroep mewawancarai Ulil Abshar Abdallah, seorang tokoh muda islam NU, tentang rencana MUI di beberapa daerah ini:
Radio Nederland Wereldomroep: "Apa Anda sudah mendengar rencana MUI itu?"
Hanya diketahui Tuhan
Ulil Abshar Abdallah [UAA]: "Saya baru mendengar tadi pagi lewat berita di televisi, namun tidak secara detil mendalami masalah ini. MUI menganggap film 2012 bertentangan dengan paham Islam karena dalam Islam sesuatu yang gaib itu hanya diketahui oleh Tuhan."
"Salah satu barang gaib adalah kiamat. Kita tidak mungkin tahu kiamat itu seperti apa, sehingga menvisualisasikannya pun nampaknya dilarang. Berdasarkan pertimbangan inilah maka MUI berencana melarang pemutaran film itu."
Ulil sendiri menyayangkan rencana larangan ini.
UAA: "Pertama, hal ini bisa menyebabkan publisitas buruk untuk lembaga seperti MUI. Kesannya orang Islam itu kerjanya melarang-larang terus. Sesuatu yang tidak perlu dilarang kenapa dilarang?"
"Kedua, apa betul jika memang kiamat itu barang gaib yang hanya diketahui Tuhan, kita tidak boleh membayangkan bagaimana kiamat bisa terjadi? Di Al-Quran sendiri visualisasi tentang hari kiamat itu banyak sekali."
"Kalaupun memang tidak boleh dalam Islam, toh yang buat film 2012 itu bukan orang Islam. Kenapa dia tidak boleh menvisualisasikan pemikirannya?"
Bukan film pertama kiamat
RNW: "Mengapa baru film ini yang dibahas, padahal ini bukan film pertama tentang kiamat?"
UAA: "Karena ada istilah kiamat dalam film itu. Konsep mengenai kiamat adalah salah satu konsep penting dalam doktrin agama-agama, paling tidak Islam dan Kristen, sehingga orang beragama merasa berhak untuk mengatakan sesuatu tentang film itu."
"Mungkin itu pertimbangan mereka. Tapi menurut saya larangan ini tidak ada alasan yang masuk akal dan tidak ada justifikasi yang kuat dalam ajaran Islam. Tidak ada dalam ajaran Islam yang melarang visualisasi tentang hari kiamat."
Bukan tindakan tepat
RNW: "Bagaimana pendapat anda tentang cara MUI menggunakan pelarangan untuk menjaga umat?"
UAA: "Kalau betul masyarakat jadi resah karena takut akan datang hari kiamat, MUI dapat menggunakan cara lain, tinggal dididik saja, bagaimana menonton film ini dengan sikap sigap dan dewasa. Ini kalau benar-benar dilarang ya."
"Cara MUI yang seperti ini seperti orang tua melarang anak-anaknya yang belum dewasa. Khawatir anak-anak jatuh pada bahaya. Sepertinya mereka anggap umat seperti anak-anak yang tidak dewasa. Apa sih yang membuat resah masyarakat menonton film itu? sejauh ini tidak apa-apa?"
MUI Rencana Larang Film 2012
Reviewed by Bonita
on
4:31:00 AM
Rating:

No comments: